Hari ini saya teringat sesuatu hal. Ketika mengantar mama ke pasar, saya menunggu di mobil dan menoleh kearah spion kanan. Saya teringat akan masa Sekolah Dasar saya.
Saya melihat seorang pedagang makanan kecil dari kaca spion sebelah kanan. Saya mengenali wajah sang pedagang tersebut. Serasa kembali ke zaman Sekolah Dasar. Wajah sang pedagang tampak tak jauh berubah. Begitu pun dengan kebiasaan berdagangnya. Wajahnya sering terlihat tersenyum saat melayani pembeli.
Saya yakin sang pedagang tersebut memiliki kebahagiaannya sendiri didalam permasalahan hidupnya.
Hal itu mengingatkan saya saat saya sedang bersedih, kecewa dan marah. Terkadang saya larut dan terbawa suasana, sehingga lupa akan hal indah lainnya yang ada disekitar saya. Seharusnya saya harus tetap bisa tersenyum dan bersyukur akan hidup yang saya jalani.
Tuhan saya sudah berlaku seadil adilnya terhadap semua manusia di Bumi ini. Tuhan saya sudah memberikan segala yang terbaik yang bisa dimiliki manusia di bumi ini. Sekarang, bagaimana saya-sebagai manusia- bisa men-syukuri dan memanfaatkan segala yang diberikan Tuhan saya.
Terkadang saya-sebagai manusia- sering lalai dan lemah. Tergoda dan terlena dengan kebodohan diri sendiri. Terbawa dan terombang-ambing arus hidup. Terkadang saya merasa belum terlalu cukup kuat untuk mengarungi dan menerjang jalur hidup saya. Tapi, Tuhan saya memberikan segalanya untuk dihadapi dan dijalani. Tuhan saya paham dan yakin bahwa saya bisa melalui segala yang saya jalani.
Tuhan, betapa piciknya saya, jika saya merasa belum cukup kuat dan mampu menghadapi hari-hari saya. Beranikan dan kuatkan saya. Saya yakin segala yang saya jalani saat ini, dapat saya lalui dan dapat saya ambil pelajaran didalamnya.
Tuhan, jaga rasa syukur saya terhadap segala kehidupan yang saya miliki. Jangan biarkan saya untuk lupa bersyukur dan tersenyum. Jangan hilangkan DitaSmile dalam hidup saya. Biarkan DitaSmile tetap tersenyum, layaknya semua orang mengenalnya. Amin.
